Peluang usaha warung kopi pinggir jalan

Peluang usaha warung kopi pinggir jalan sekarang ini apakah menjanjikan dan menguntungkan? apakah Anda tertarik untuk mencoba untuk membuka warung kopi pinggir jalan yang kekinian dan banyak pelanggan? untuk membantu Anda mengetahui persiapan awal dalam menjalankan usaha ini, kami telah memberikan informasi penting lainnya seperti persiapan awal usaha, analisa modal dan keuntungan dan beberapa faktor yang bisa mempengaruhi penjualan dan kekurangannya.

Peluang usaha warung kopi pinggir jalan
sumber : Tribunnews.com

Persiapan Awal Usaha warung kopi pinggir jalan

Apabila Anda ingin membuka bisnis warung kopi yang modern tapi terletak dipinggir jalan, silahkan simak beberapa tips persiapan awal yang harus dilakukan berikut ini :

  • Target Konsumen

Untuk menjual kopi tentunya harus menargetkan orang-orang yang pecinta kopi, atau orang yang suka nongkrong. Maka Anda harus bisa memikat orang-orang komunitas, kantoran bahkan mahasiswa yang mempunyai kebiasaan nongkrok di warung kopi.

  • Strategi Pemasaran

Untuk mendapatkan konsumen tentunya Anda harus mempersiapkan bagaimana pemasarannya, untuk yang termudah saat ini adalah dengan melalui sosial media facebook atau instagram, Anda bisa memosting menu kopi apa saja yang dibuat di warung kopi beserta harganya.

  • Karyawan Usaha

Saat memulai bisnis ini, jika Anda mencari karyawan bisa untuk dipekerjakan sebagai pembuat kopi ataupun pelayan. Tergantung kebutuhan Anda, jika Anda sendiri ahli dalam meracik dan membuat kopi yang enak, maka pegawai Anda hanya bekerja sebagai pelayan saja.

Modal Awal

Investasi atau pembelian peralatan untuk warung kopi :

NoKeteranganHarga
1Mesin Pembuat KopiRp10.300.000,-
2Aneka GerabahRp660.000,-
3TV LED 32 InchRp1.500.000,-
4Proyektor dan LayarRp450.000,-
5Meja dan KursiRp5.600.000,-
6peralatan dan perlengkapan lain-lainRp460.000,-
TOTAL18.970.000,-

Untuk pembelian bahan – bahan untuk warung kopi :

KeteranganHarga
kopi super1.250.000,-
coklat450.000,-
kue50.000,-
gula855.000,-
lain-lain345.000,-
Total2.950.000,-

Untuk biaya operasional warung kopi  per bulan :

KeteranganHarga
Pembayaran 3 tenaga kerja1.100.000,-
Pembayaran listrik150.000,-
Pembayaran sewa tempat350.000,-
Pembayaran air80.000,-
Pembayaran lain-lain790.000,-
TOTAL2.470.000,-

Dari contoh analisa perhitungan maka total biaya pengeluaran modal awal adalah Rp 18.970.000,- + 2.950.000,- +  2.470.000,- = Rp 24.390.000,-

  • Harga Pokok Produksi (HPP):
Biaya bahan bakuRp 4.500.000,-
Biaya Tenaga KerjaRp 1.500.000,-
BOPRp 1.250.000,-
Biaya ProduksiRp 7.500.000,-

Perhitungan Keuntungan

Asumsi untuk menghitung keuntungan apabila pelanggan setiap harinya sekitar 150 orang dengan memesan kopi dengan harga rata-rata 7500, maka dalam satu haru pendapatan dari warung kopi adalah Rp 7.500 x 150 = Rp 1.125.000. Maka Ketika dikalikan selama 1 bulan atau 30 hari maka bisa mendapatkan omset selama sebulan sekitar : Rp.33.750.000.

Maka Untuk menghitung keuntungan kotornya didapatkan Rp. 33.750.000,- – Rp 7.500.000,- = Rp.26.250.000,-. Sedangkan untuk menghitung keuntungan bersih maka Rp.26.250.000,- – Rp 1.250.000,- = Ro, 25.000.000,-.

Tips Menghemat Uang Modal

Untuk menghemat modal awal usaha biaya yang bisa ditekan adalah pembelian perlengkapan dengan harga murah. Selain dari peralatan dan perlengkapan, Anda masih bisa menghemat modal awal saat mencari tempat sewa.

Analisa SWOT

  • Strenght (kekuatan) : Memiliki ciri khas dan cita rasa kopi yang unik, lezat dan nikmat. Melayani pelanggan dengan baik.
  • Weakness (kelemahan) : Kelemahan dari usaha ini adalah ketika warung baru berjualan dan belum banyak dikenal, pastinya akan sepi pelanggan.
  • Opportunity (peluang) : Peluang usaha warung kopi masih sangat menjanjikan jika kita dapat memikat hari para penikmat kopi siang dan malam. Terutama anak kuliah, orang kantoran atau orang umum yang hobi nongkrong pastinya akan memilih membeli kopi di pinggir jalan.
  • Treath (ancaman) : Persaingan dengan warung kopi yang sudah terkenal ataupun pesaing baru yang lebih unggul dari yang Anda jual.

You May Also Like

About the Author: Erik Thoir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *