Peluang Bisnis Homestay (Penginapan Sederhana) Keuntungan 60juta

Peluang Usaha Homestay apakah bagus atau tidak? untuk mengetahuinya ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu. Secara gambaran harga sewanya mungkin sangat menguntungkan bagi Anda.

Tapi secara hitungan yang lengkap Anda masih belum memahaminya dari modal awal, perawatan bulanan dan biaya lain-lain. Karena itu disini, kami akan mengajak Anda untuk mengetahui lebih jelas tentang peluang usaha penginapan ini.

1. Permulaan Usaha Homestay

– Target Konsumen

Anda tidak perlu lagi bingung untuk mencari target konsumen, karena pada dasarnya yang namanya homestay terkadang ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

– Srategi Pemasaran

Begitu banyaknya tempat penginapan yang ada di Indonesia, dengan demikian Anda harus bersaing dengan yang lainnya. Strategi pemasaran bisa Anda lakukan promosi pada awal pembukaan homestay, selain itu Anda juga bisa memberitahukan fasilitas yang ada agar para pengunjung tertarik untuk menginap di homestay Anda.

– Peralatan Usaha

Peralatan yang Anda butuhkan untuk membuka usaha ini terbilang cukup banyak antaranya tempat tidur, tempat sampah, handuk, pembersih jendela, pembersih lantai (berupa mesin), dan masih banyak lagi.

– Karyawan

Anda tentu membutuhkan karyawan yang nantinya bisa Anda suruh untuk menjaga, membersihkan dan merawat homestay Anda. Karena pada umumnya yang memiliki homestay hanya akan menerima laporan mengenai keuangan dan kondisi di homestay.

– Target Harga Penginapan

Anda bisa mematok harga sesuai dengan keinginan Anda, homestay umumnya lebih murah dari hotel. Homestay di daerah Jogja umumnya memiliki harga Rp 65.000 sampai dengan Rp 100.000 per malam dan per orang

Peluang Usaha Homestay
sumber : Booking.com

2. Perincian Modal Awal

PeralatanHarga
Spring BedRp 15.000.000
Mesin pembersih lantaiRp 3.100.000
Pembersih dindingRp 60.000
ShowerRp 1.500.000
Closet dudukRp 24.000.000
HandukRp 150.000
Tempat sampahRp 250.000
Total PengeluaranRp 44.060.000

Biaya Tetap

PeralatanHarga
Spring Bed 1/62 x Rp 15.000.000Rp 241.935
Mesin pembersih lantai 1/62 x Rp 3.100.000Rp 50.000
Pembersih dinding 1/44 x Rp 60.000Rp 1.363
Shower 1/62 x Rp 1.500.000Rp 24.193
Closet duduk 1/62 x Rp 24.000.000Rp 387.096
Handuk 1/44 x Rp 150.000Rp 3.409
Tempat sampah 1/44 x Rp 250.000Rp 5.681
Biaya TetapRp 713.677

Biaya Variabel

Harga
Sabun Rp 2.000 x 30Rp 60.000
Makanan dan Minuman Rp 120.000 x 30Rp 3.600.000
Listrik dan air Rp 750.000 x 30Rp22.500.000
Biaya lainnya Rp 100.000 x 30Rp 3.000.000
Gaji Karyawan (10) Rp 1.500.000Rp 15.000.000
Total biaya variabelRp 44.160.000

Biaya Operasional

Biaya Tetap + Biaya Variabel

Rp 713.677 + Rp 44.160.000 = Rp 44.873.677

Total Pendapatan

50 orang x Rp 100.000 = Rp 5.000.000

Rp 5.000.000 x 30 hari = Rp 150.000.000

3. Perhitungan Keuntungan yang didapatkan

Total Pendapatan – Biaya Operasional = Laba

Rp 150.000.000 – Rp 44.873.677 = Rp 105.126.323

Jadi ketika Anda memiliki modal yang besar, Anda harus mencoba menjalankan usaha ini. Karena untung bersih yang didapatkan sangat besar sampai Rp 105.126.323 per bulannya.

4. Tips Menghemat Uang Modal

Semua orang pasti ingin memiliki sisa dari modal yang digunakan untuk membuka usaha Anda. Dengan demikian saya akan memberikan tips untuk Anda yang ingin menghemat uang yaitu dengan cara membeli peralatan yang benar-benar dibutuhkan,  jika tidak dibutuhkan Anda bisa membelinya nanti sewaktu sudah memiliki banyak penghasilan.

5. Analisa SWOT

Strenght (kekuatan) : Penghasilan yang didapatkan dari membuka usaha homestay sangat banyak dan bisa diandalkan.

Weakness (kelemahan) :  Modal awal yang dikeluarkan sangat bayak sampai jutaan.

Opportunity (peluang) : Banyak yang mencari tempat penginapan nyaman saat sedang berlibur ke suatu daerah.

Treath (ancaman) : Anda harus bersaing dengan pengusaha homestay lainnya.

Demikian artikel yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat untuk Anda semua. Saya mengucapkan banyak terimaksasih untuk Anda karena telah meluangkan sedikit waktunya untuk membaca artikel sederhana ini.

You May Also Like

About the Author: Erik Thoir

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *